MANAJEMEN
HUMAS DALAM PENDIDIKAN ISLAM
MAKALAH
Disusun
Guna Memenuhi Tugas
Mata
Kuliah: Manajemen Pendidikan Islam
Dosen
Pengampu: Dr. H. Fatah Syukur NC, M.Ag
Disusun oleh:
Min Khatul Maula (123311026)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
2015
I.
PENDAHULUAN
Sekolah/madrasah dituntut
untuk menjamin kemajuan pengetahuan dan kemajuan sosial, dengan menjadi pelaku
aktif dalam perbaikan masyarakat. Oleh karena itu, sekolah/madrasah merupakan
bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat, bahkan pertumbuhan dan
perkembangan sekolah/madrasah selaras dengan tuntutan dari masyarakat. Dalam
perjalanan pertunbuhan kelembagaannya, sekolah/madrasah memang ditujukan untuk
pemenuhan kebutuhan masyarakat sekitarnya sehingga dari hal itu tercipta
kerjasama yang harmonis antara keduanya.
Hubungan sekolah/ sekolah Islam dengan masyarakat memiliki hubungan
yang sangat erat dalam mencapai tujuan sekolah Islam atau pendidikan Islam
secara efektif dan efisien. Sebaliknya sekolah juga harus menunjang pencapaian
tujuan atau pemenuhan kebutuhan masyarakat, khususnya kebutuhan pendidikan.
Oleh karena itu, sekolah Islam berkewjiban untuk memberi penerangan tentang
tujuan-tujuan, program-program, kebutuhan, serta keadaan masyarakat.
Sebaliknya, sekolah Islam juga harus mengetahui dengan jelas apa kebutuhan,
harapan, dan tuntutan masyarakat, terutama terhadap sekolah Islam. Dengan
perkataan lain antara sekolah dan masyarakat harus dibina suatu hubungan yang
harmonis.
Jika hubungan seklah Islam dengan masyarakat berjalan dengan baik,
rasa tanggung jawab dan partisipasi masyarakat untuk memajukan sekolah juga
akan baik dan tinggi. Agar tercipta hubungan dan kerjasama yang baik antara
sekolah Islam dan masyarakat, masyarakat perlu mengetahui dan memiliki gambaran
yang jelas tentang sekolah sekolah Islam yang bersangkutan.
Melaui hubungan yang harmonis diharapkan tercapai tujuan hubungan
sekolah Islam dengan masyarakat yaitu terlaksananya proses pendidikan di
sekolah secara produktif, efektif, dan efisien sehingga menghasilkan lulusan
yang berkualitas ini tampak dari pengusaan peserta didik terhadap ilmu.
Maka dari itu pemakalah mencoba membahas apa itu hubungan
masyarakat dan bagaimana tentang menciptakan hubungan yang harmonis agar dapat
meningkatakan mutu sekolah.
II.
RUMUSAN MASALAH
A.
Apa
pengertian hubungan masyarakat?
B.
Apa
fungsi humas dalam Pendidikan Islam?
C.
Apa
tujuan humas dalam Pendidikan Islam?
D.
Apa
tugas dan kewajiban humas?
E.
Apa
jenis-jenis kegiatan humas dalam lembaga pendidikan Islam?
F.
Bagaimana
teknik humas dalam lembaga pendidikan Islam?
G.
Bagaimana
hubungan SIM dengan humas dalam pendidikan?
III.
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Hubungan Masyarakat
Istilah hubungan masyarakat (humas) dikemukakan pertama kali oleh
presiden Amerika Serikat ialah Thomas Jefferson tahun 1807. Akan tetapi apa
yang dimaksudkan pada waktu itu dengan istilah public relations adalah
dihubugan dengan Foreign Relations. Sehubungan dengan itu Grisworld
menuturkan:
Humas
merupakan fungsi manajemen yang diadakan untuk menilai dan menyimpulkan
sikap-sikap publik, menyesuaikan prosedur instansi atau organisasi untuk
mendapatkan pengertian dan dukungan masyarakat.[1]
Edward L. Bernays mengatakan bahwa hubungan masyarakat mempunyai
tiga pengertian, yaitu:
a.
Memberikan
penerangan kepada masyarakat
b.
Membujuk
masyarakat untuk mengubah sikap dan tindakannya.
c.
Mengusahakan
untuk mengintegrasikan sikap dan tindakan perusahaan dengan masyarakat dan
sebaliknya, masyarakat dengan perusahaan. [2]
Menurut Oemi Abdurrahman M.A hubungan masyarakat adalah menumbuhkan
hubungan baik antara segenap komponen pada suatu lembaga dalam rangka
memberikan pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi.
Hubungan masyarakat merupakan suatu kegiatan yang bertujuan memperoleh
kepercayaan, saling pengertian, dan citra yang baik dari publik.
Hubungan masyarakat merupakan unsur yang sangat penting dalam
manajemen guna mencapai tujuan yang spesifik dari oraganisasi lembaga
pendidikan Islam.
Hubungan masyarakat adalah usaha untuk mencapai hubungan yang
harmonis antara satu sekolah dengan masyarakat melalui satu proses komunikasi
timbal balik atau dua arah.[3]
Hubungan sekolah dengan masyarakat pada hakikatnya merupakan suatu
sarana yang sangat berperan dalam membina dan mengembangkan pertumbuhan pribadi
peserta didik.[4]
Hingga saat ini pengertian humas belum ada keseragaman pendapat
dari para ahli, karenanya agar lebih jelas pengertian tentang humas ini,
mengemukakan beberapa pendapat sebagai berikut:
1.
Menurut
Glennand Denny Griswold
Humas
merupakan fungsi manajemen yang diadakan untuk menilai dan menilai dan
menyimpulkan sikap-sikap publik, menyesuaikan prosedur instansi atau organisasi
dengan kepentingan umum, menjalankan suatu program untuk mendapatkan pengertian
dan dukungan masyarakat.
2.
Menurut
Oemi Abdurrachman M.A
Humas
ialah kegiatan untuk menanamkan dan memperoleh pengertian kepercayaan,
penghargaan dari publik sesuatu badan khususnya dan masyarakat umumnya.
3.
Menurut
Drs. Bonar
Menjalankan
hubungan masyarakat usahanya untuk mencapai hubungan yang harmonis antara
sesuatu badan organisasi dengan masyarakat sekelilingnnya.[5]
4.
Ibnoe
Syamsi
Menyatakan
bahwa humas adalah kegiatan organisasi untuk menciptakan hubungan harmonis
dengan masyarakat agar mereka sadar dan sukarela mendukungannya.[6]
B.
Fungsi Humas dalam Pendidikan Islam
Fungsi utama hubungan masyarakat adalah menumbuhkan dan
mengembangkan hubungan baik antara lembaga/ organisasi dengan publiknya, intern
dan ekstern, dalam menanamkan pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi
publik dalam upaya menciptakan pendapat yang menguntungkan lembaga/ organisasi.
Edwin
Emery menyatakan bahwa fungsi hubungan masyarakat adalah:
Upaya
yang terencana dan terorganisasi dari sebuah lembaga untuk menciptakan hubungan
yang saling bermanfaat dengan berbagai publiknya.
Secara umum kegiatan hubungan masyarakat adalah menciptakan opini
publik yang menguntungkan sekolah dan lembaga pemerintah yang bersangkutan.
Fungsi pokoknya adalah mengatur informasi internal dan eksternal
dengan memberikan informasi serta penjelasan seluas mungkin kepada publik
mengenai kebijakan, program serta tindakan-tindakan lembaga/ organisasi.[7]
C.
Tujuan Humas dalam Pendidikan Islam
Tujuan sentral humas yang akan dicapai adalah tujuan organisasi,
sebab humas dibentuk atau digiatkan guna menunjang manajemen yang berupaya
mencapai tujuan organisasi.
Tujuan hubungan antara sekolah dengan masyarakat dapat diuraikan
sebagai berikut:
1.
Mengembangkan
pembinaan pengertian masyarakat tentang semua aspek/ bidang pelaksanaan program
pendidikan di sekolah. Pemahaman program yang dilakukan di sekolah sangat
penting diketahui masyarakat dengan tujuan agar mereka termotivasi untuk bisa
memberikan bantuan yang maksimal terhadap terlaksananya program-program sekolah
tersebut.
2.
Menampung
harapan-harapan tentang tujuan pendidikan di sekolah. Program hubungan sekolah
dengan masyarakat salah satunya diarahkan untuk menampung harapan-harapan
masyarakat tentang tujuan sekolah. Tujuan sekolahperlu diketahui dan disepakati
bersama oleh piihak sekolah dam masyarakat melalui pertemuan-pertemuan rutin
antara sekolah dengan masyarakat. Hal ini perlu karena lulusan sekolah akan
kembali ke masyarakat maka tujuan harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
3.
Memperoleh
partisipasi, dukungan dan bantuan secara konkrit dari masyarakat baik berupa
tenaga, sarana maupun dana demi kelarancaran tercapainya tujuan pendidikan.
Semua hubungan masyarakat dengan sekolah jika sudah dilaksanakan secara terus
menerus dan berhasil sehingga mereka dapat termotivasi untuk bekerja sama,
selanjutnya tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat ini dapat diwujudkan.
4.
Menumbuhkan
dan membangkitkan rasa tanggung jawab yang lebih besar pada masyarakat terhadap
kelangsungan program pendidikan di sekolah secara tepat dan hemat.
5.
Mengikutsertakan
masyarakat dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi sekolah. Masalah yang
dipecahkan menyangkut siswa, guru, perlengkapan, keuangan dan perumusan tujuan
sekolah.[8]
Selain itu, menurut
Mujamil Qomar menyatakan bahwa hubungan lembaga pendidikan dengan masyarakat
bertujuan antara lain sebagai berikut:
1.
Memajukan
kualitas pembelajaran dan pertumbuhan anak
2.
Memperkukuh
tujuan serta meningkatkan kualitas hidup dan penghidupan masyarakat.
3.
Menggairahkan
masyarakat untuk menjalin hubungan dengan lembaga pendidikan.
4.
Untuk
mendapatkan umpan balik dari masyarakat atas kebijakan-kebijakan yang ditempuh
lembaga.
5.
Untuk
mendapatkan dukungan riil dari masyarakat terhadap kelangsungan lembaga
pendidikan.[9]
D.
Tugas dan kewajiban utama humas
Tugas
dan kewajiban utama humas adalah sebagai berikut:
1.
Menyampaikan
pesan atau informasi dari sekolah lisan, tertulis, atau visual kepada
publiknya, sehingga masyarakat memperoleh pengertian yang benar dan tepat
mengenai kondisi sekolah, tugas dan kegiatannya.
2.
Melakukan
studi dan anilisis atau reaksi serta tanggapan publik terhadap kebijakan dan
langkah tindakan sekolah, termasuk segala macam pendapat publik yang mempengaruhi
sekolah.
3.
Menyampaikan
fakta-fakta dan pendapat kepada para pelaksana tugas guna membantu mereka dalam
memberikan pelayanan yang mengesankan dan memuaskan publik.[10]
Kegiatan humas di sekolah/madrasah tidak hanya menginformasikan
fakta-fakta tertentu dari sekolah/madrasah, melainkan juga harus mengemukakan
beberapa hal berikut:
a.
Melaporkan
tentang pikiran yang berkembang dalam masyarakat tentang masalah pendidikan
Islam.
b.
Membantu
kepala sekolah /madrasah bagaimana usaha untuk memperoleh bantuan dan
kerjasama.
c.
Menyusun
rencana bagaimana cara-cara memperoleh bantuan.
Strategi
perlibatan masyarakat dalam kegiatan pendidikan secara garis besar dibagi
menjadi dua, yaitu (a) keterlibatan secara individual, seperti membuka
kesempatan dan konsutasi seluas-luasnya bagi orang tua peserta didik untuk
datang ke sekolah/madrasah dan (b) keterlibatan secara organisatoris terdiri
melalui komite sekolah/madrasah, organisasi alumni, dunia usaha/dunia kerja,
dan melalui hubungan dengan instansi lain.[11]
Menurut Soryosubrorto tugas pokok dan beban kerja humas suatu
organisasi/lembaga adalah:
1.
Memberikan
informasi dan menyampaikan ide (gagasan) kepada masyarakat atau pihak-pihak
lain yang membutuhkannya.
Menyebarluaskan
informasi dan gagasan-gagasan itu agar diketahui maksud atau tujuannya serta
kegiatan-kegiatannya termasuk kemungkinan dipetik manfaatnya oleh pihak-pihak
di luar organisasi.
2.
Membantu
pemimpin yang karena tugas-tugasnya tidak dapat langsung memberikan informasi
kepada masyarakat atau pihak-pihak yang memerlukan.
3.
Membantu
pemimpin mempersiapkan bahan-bahan tentang permasalahan dan informasi yang akan
disampaikan atau yang menarik perhatian masyarakat pada saat tertentu. Dengan
demikian pemimpin selalu siap dalam memberikan bahan-bahan informasi yang
terbaru.
4.
Membantu
pemimpin dalam mengembangkan rencana dan kegiatan-kegiatan lanjutan yang
berhubungan dengan pelayanan kepada masyarakat (publik service) sebagai
akibat dan komunikasi timbal balik dengan pihak luar, yang ternyata menumbuhkan
harapan untuk penyempurnaan kegiatan yang telah dilakukan oleh organisasi.[12]
Hadari Nawawi menyebutkan bahwa beban
tugas humas humas adalah melakukan publisitas tentang kegiatan organisasi kerja
yang patut diketahui oleh pihak luar secara luas. Kegiatannya dilakukan dengan
menyebarluaskan informasi dan memberikan penerangan-penerangan untuk
menciptakan pemahaman yang sebaik-baiknya di kalangan masyarakat luas mengenai
tugas-tugas dan fungsi yang emban organisasi tersebut, termasuk juga mengenai
kegiatan-kegiatan yang sudah, sedang, akan dikerjakan berdasarkan beban
kerjanya.[13]
Menurut Ibnoe Syamsi untuk
melaksanakan tugas-tugas tersebut, humas yang efisien harus memperhatikan
asas-asas tertentu sebagai berikut:
1.
Obyektif
dan resmi
Semua
informasi atau pemberian yang disampaikan kepada masyarakat harus merupakan
suara resmi dari instasi/lembaga yang bersangkutan. Karena itu, informasi
dikeluarkan tidak boleh bertentangan dengan kebijaksanaan yang dijalankan.
2.
Organisasi
yang tertib dan berdisiplin
Humas
hanya akan berfungsi bilamana tugas-tugas organisasi/lembaga berjalan secara
lancar dan efektif serta memiliki hubungan kerja ke dalam dan ke luar
organisasi yang efektif pula.
3.
Informasi
harus bersifat mendorong timbulnya keinginan untuk ikut berpartisipasi atau
ikut memberikan dukungan secara wajar dari masyarakat. Karena itu informasi
atau pemberitaan tidak sekedar dilihat dari kepentingan organisasi, tetapi juga
dari pihak penerima pesan.
4.
Kontinuitas
informasi
Humas
harus berusaha agar masyarakat memperoleh informasi secara kontinu sesuai
dengan kebutuhan. Untuk itu informasi lisan dan tertulis dapat dilakukan secara
berkala dan pada waktu-waktu tertentu.
5.
Respon
yang timbul di kalangan masyarakat umpan balik dari informasi yang disampaikan
harus mendapat perhatian sepenuhnya. Respon masyarakat dapat berbentuk
saran-saran, pendapat-pendapat, kritik-kritik, keluhan-keluhan, dan
pernyataan-pernyataan. Semua respon itu harus disaring agar dapat dipergunakan
untuk memperbaiki kegiatan-kegiatan dalam rangka memenuhi harapan masyarakat.
Jadi
dalam public relation terdapat sesuatu usaha untuk mewujudkan suatu
hubungan yang harmonis antara lembaga dengan publiknya sehingga akan timbul
opini publik yang menguntungkan bagi kehidupan lembaga tersebut.[14]
E.
Jenis-jenis kegiatan humas pada lembaga pendidikan Islam
Kegiatan humas secara umum dapat dibedakan atas kegiatan humas
eksternal dan kegiatan humas internal. Demikian pula kegiatan humas pada
lembaga pendidikan terutama di sekolah.
1.
Kegiatan
eksternal
Kegiatan ini selalu
dihubungkan dan ditunjukkan kepada publik atau masyarakat di luar sekolah.
Terdapat dua kegiatan yang dapat dilakukan, yakni kegiatan tidak langsung dan
kegiatan langsung atau tatap muka. Kegiatan tidak langsung adalah kegiatan yang
berhubungan dengan masyarakat melalui perantaraan media tertentu, misalnya
melaui televisi, radio, media cetak, pameran dan penerbitan majalah. Kegiatan
langsung atau tatap muka adalah kegiatan yang dilaksanakan secara langsung,
misalnya rapat dengan komite sekolah, konsultasi tokoh masyarakat, dan melayani
kunjungan tamu.
a.
Penyebaran
informasi televisi
Penyampaian informasi melalui media
televisi dapat dilaksanakan dengan cara, antara lain:
1)
Ceramah
biasa
2)
Wawancara
3)
Diskusi
4)
Sandiwara
5)
Kegaiatan
kesenian
b.
Penyebaran
informasi melalui radio
Radio meruapakan media yang sangat penting
karena siarannya mampu menjangkau masyarakat luas. Oleh karena itu, sekolah
dapat memanfaatkan radio untuk kepentingan publisitas.
c.
Penyebaran
informasi melalui media cetak
Media cetak
adalah surat kabar, majalah, buletin dan sebagainya.dalam hubungan dengan
kegiatan humas, pers dikatakan sebagai penyebar informasi yang berguna
d.
Pelaksanaan
pameran di sekolah
Pameran adalah
sebuah arena atau ajang untuk mempertunjukkan hasil pekerjaan dan perkembangan
siswa serta kemajuan sekolah kepada warga sekolah pada khususnya dan masyarakat
pada umumnya.
e.
Penerbitan
majalah
Diterbitkannya majalah atau buletin
sekolah agar semua karya dan kegiatan sekolah dapat ditunjukkan kepada
masyarakat umum di luar sekolah.
2.
Kegiatan
humas internal
Sasaran dalam kegiatan humas internal
adalah warga sekolah, yakni para guru, tenaga administrasi (tata usaha), dan
para siswa. Pada prinsipnya kegiatan internal bertujuan untuk:
a.
Memberi
penjelasan tentang kebijakan penyelenggaraan dan perkembangan sekolah.
b.
Menampung
saran dan pendapat warga sekolah yang berhubungan dengan pembinaan dan
pengembangan sekolah.
c.
Memelihara
hubungan harmonis sehingga tercipta kerjasama antar warga sekolah.[15]
F.
Teknik humas dalam lembaga pendidikan Islam
Humas dalam satuan pendidikan Islam dapat dilakukan dengan berbaga
teknik dan bentuk yang tentunya disesuaikan dengan kondisi masyarakat di
sekililingnya. Dengan demikian untuk menghadapi berbagai ragam masyarakat
membutuhkan teknik tersendiri, agar proses humas berjalan secara efektif dan
efisien. Adapun teknik dalam humas dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu:
1.
Teknik
humas dengan kata-kata (lisan dan tulisan)
2.
Teknik
humas dengan perbuatan
3.
Teknik
terpadu (kata-kata dan perbuatan)
Adapun untuk
mengkontruksikan antara teknik dengan bentuk humas secara operasioanalnya,
bahwa teknik kata-kata dapat dilakukan antara lain dengan kontak melalui surat,
brosur, buletin dan lain sebagainya. Sedangkan teknik perbuatan dapat dilakukan
melalui bakti sosial, karya wisata, pertunjukan, pameran dan lain sebagainya.
Dan teknik perpaduan antara keduanya dapat dilakukan melalui silaturahmi, iklan
di televisi dan sebagainya.
Untuk
menerapkan teknik humas harus didukung oleh prinsip-prinsip dalam Islam. Adapun
prinsip-prinsip humas di dalam pendidikan
Islam adalah sebagai berikut:
1.
Saling
berpesan dengan sabar dan kasih sayang
2.
Menyuruh
yang makruf dan mencegah yang munkar
3.
Saling
mempermudah urusan
4.
Saling
menggembirakan
5.
Bersikap
lemah lembut
6.
Membantah
dengan baik
7.
Dengan
bijkasana (Bil Hikmah)
8.
Dengan
tutur kata yang baik
9.
Dengan
alasan yang rasional atau berdebat dengan cara yang lebih baik (mujadalah)
10.
Dengan
pemaaf dan memohonkan ampunan
11.
Tidak
memaksakan kehendak.[16]
G. Bagaimana
hubungan SIM dengan humas dalam pendidikan
Sistem Informasi Manajemen (SIM) berasal
dari gabungan kata sistem, informasi dan manajemen. Sistem merupakan
kumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama lain dan membentuk satu
kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan. Informasi adalah hasil
pemrosesan data yang diperoleh dari setiap elemen sistem menjadi bentuk yang
mudah dipahami dan merupakan pengetahuan relevan yang dibutuhkan oleh orang
untuk menambah pemahamannya terhadap fakta-fakta yang ada. Manajemen
merupakan proses atau kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sehingga SIM dapat diartikan sebagai
kumpulan elemen data yang sudah diproses dan digunakan untuk mempermudah
tercapainya suatu tujuan tertentu.
Menurut Stoner (1996), SIM merupakan metode formal yang menyediakan informasi akurat dan tepat waktu kepada manajemen untuk mempermudah proses pengambilan keputusan dan membuat organisasi dapat melakukan fungsinya secara efektif.
Menurut Stoner (1996), SIM merupakan metode formal yang menyediakan informasi akurat dan tepat waktu kepada manajemen untuk mempermudah proses pengambilan keputusan dan membuat organisasi dapat melakukan fungsinya secara efektif.
Pendapat lain diungkapkan oleh Mc.Lead Jr. Raymond,
bahwa Sistem Informasi Manajemen didefinisikan sebagai suatu sistem berbasis
komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai yang mempunyai
kebutuhan yang serupa.
Jadi yang dimaksud dengan Sistem Informasi Manajemen
secara luas, berdasarkan teori-teori di atas adalah sebuah lembaga yang terdiri
dari beberapa orang yang bekerja secara bersamaan dan efektif dalam rangka
mencapai sasaran tertentu dengan berbasiskan komputer dan disediakan untuk
dimanfaatkan oleh pengguna informasi tersebut.
Sedangkan yang dimaksud dengan hubungan masyarakat
adalah sebagaimana disebutkan oleh Glennand Denny Griswold dalam buku Manajemen
Pendidikan di Sekolah adalah fungsi manajemen yang diadakan untuk
menilai dan menyimpulkan sikap-sikap publik, menyesuaikan kebijakan dan
prosedur instansi atau lembaga dengan kepentingan umum, menjalankan suatu
program untuk mendapatkan pengertian dan dukungan masyarakat. Dalam buku yang
sama disebutkan oleh Ibnoe Syamsi menyadur pendapat Hooftman bahwa makna
hubungan masyarakat merupakan suatu upaya dalam mengembangkan opini masyarakat
yang positif terhadap sesuatu lembaga tertentu di mana publik harus diberi
penerangan dengan jelas yang lengkap dan obyektif mengenai kegiatan-kegiatan
yang menyangkut kepentingan mereka, sehingga timbul pengertian selaras disertai
adanya pendapat-pendapat dan saran-saran dari publik mengenai kebijaksanaan
badan itu yang harus diperhatikan dan dihargai.
Pendapat lain disampaikan oleh Bonar juga mengutip
pendapat Harlah dan Scott dalam buku Manajemen Pendidikan di Sekolah
bahwa Hubungan masyarakat merupakan usaha-usaha mencari keterangan tentang apa
yang disukai dan tidak disukai oleh masyarakat untuk dipergunakan sebagai bahan
pertimbangan pengambilan keputusan dan kebijakan dalam melaksanakan kegiatan
organisasi pada masa selanjutnya.
Jadi, dengan memperhatikan berbagai teori dan pendapat
baik mengenai definisi Sistem Informasi Manajemen maupun penjelasan arti dan
tujuan hubungan masyarakat sebagai salah satu fungsi manajemen memberikan
gambaran kepada kita, bahwa ternyata hubungan antara keduanya sangat erat dan
saling terkait satu sama lain.
Sistem manajemen informasi bidang hubungan masyarakat
ini berproses pada posisinya sebagai perantara dan jembatan penghubung antara
pihak sekolah dan pihak masyarakat. Sebagaimana
kita ketahui, bahwa yang mempengaruhi tingkat pengetahuan dan kepercayaan
anggota masyarakat terhadap sekolah adalah informasi. Seakan-akan informasi
menjadi satu badan dengan lembaga pendidikan itu sendiri. Apa yang lahir dan
terbaca dalam informasi, itulah yang ada di dalam lembaga bersangkutan,
sehingga baik dan buruk sebuah lembaga bisa dipersepsikan melalui informasi
ini, meskipun kadangkala membutuhkan klarifikasi interaktif terlebih dahulu
sebelum meyakini kebenaran informasi tersebut.
Dalam kaitan dengan pencitraan, meskipun pencitraan ini
juga bisa menjerumuskan lembaga disebabkan informasi yang dipoles sedemikian
rupa sehingga menarik, tidak akan terlepas dari struktur manajemen dan arah
kerja di bidang hubungan masyarakat.[17]
Tujuan diadakannya perencanaan konsep sistem manajemen
informasi bidang hubungan masyarakat yang baik ini adalah :
1.
Untuk menciptakan suasana harmonis antara pihak sekolah dengan
wali murid dan komite sekolah
2.
Untuk memberikan informasi yang sesuai dengan kenyataan dan
independen kepada masyarakat luas
3.
Untuk menarik garis kepercayaan masyarakat kepada lembaga sekolah
4.
Untuk meningkatkan pengawasan dan sikap kritik membangun dari
masyarakat terhadap kinerja pihak sekolah
5.
Untuk memberikan pelayanan informasi yang maksimal kepada
masyarakat
6.
Untuk meningkatkan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan di
sekolah
7.
Untuk menyatukan persepsi antara pihak sekolah dan wali murid
serta komite sekolah
8.
Untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam proses belajar mengajar
di kelas, terkait dengan adanya pengawasan orang tua sebagai wali murid yang
senantiasa memperhatikan kegiatan anak-anaknya di sekolah
9.
Untuk menyampaikan umpan balik kepada masyarakat tentang kebutuhan
dan rencana strategis (renstra) lembaga pendidikan
10.
Untuk menjadi dasar pengambilan keputusan pihak lembaga sekolah
berkaitan dengan pembiayaan pendidikan
Ketika
sebuah fungsi manajemen kurang dilaksanakan dan diabaikan oleh sebuah lembaga,
termasuk lembaga pendidikan, maka akibat yang diterimanya tidak ringan dan
kecil. Sebuah lembaga, dalam hal ini lembaga pendidikan bisa hancur dan tidak
lagi diminati oleh masyarakat karena kurangnya sosialisai dan berkomunikasi
dengan masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media komunikasi
lainnya.
Secara
lebih terinci, maka akibat dari fungsi manajemen hubungan masyarakat yang
terabaikan bagi sebuah lembaga pendidikan adalah memungkinkan untuk timbulnya
hal-hal sebagai berikut :
1.
Kurangnya perhatian masyarakat terhadap lembaga pendidikan
2.
Kurangnya ketertarikan untuk mengikuti program dan kegiatan
lembaga
3.
Melemahnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan
tersebut
4.
Masyarakat akan meninggalkan lembaga pendidikan tersebut secara
berangsur-angsur
5.
Ketiadaan acuan dan landasan untuk mengambil keputusan dan
kebijakan oleh lembaga pendidikan secara tepat dan prospektif
6.
Penyusunan rencana strategis lembaga yang sifatnya imajiner, tidak
jelas dan berlebihan tanpa dasar perhitungan yang akurat.
7.
Ketiadaan data lengkap yang mendukung akreditasi serta supervisi
akademik dalam memenuhi aspek profesionalitas pendidik disebabkan hilangnya
salah satu fungsi inti manajemen
8.
Hilangnya mutu pendidikan sebab tidak adanya salah satu fungsi
manajemen lembaga pendidikan berupa hubungan dengan masyarakat, terkait dengan
penilaian hasil pembelajaran oleh masyarakat, sementara lembaga pendidikan
masih menggunakan metode tradisional yang sudah usang.[18]
IV.
ANALISIS
Manajemen pendidikan Islam perlu menangani masyarakat atau hubungan
lembaga pendidikan Islam dengan masyarakat. Yanga mana hubungan sekolah dengan
masyarakat pada hakikatnya merupakan suatu sarana yang sangat berperan dalam
membina dan mengembangkan pertumbuhan pribadi peserta didik di sekolah. Kita
harus menyadari bahwa masyarakat memiliki peranan yang sangat penting terhadap
keberadaan, kelangsungan, bahkan kemajuan lembaga pendidikan Islam. Sebaliknya
sekolah juga harus menunjang pencapaian tujuan atau pemenuhan kebutuhan
masyarakat, khususnya kebutuhan pendidikan. Dan juga sekolah Islam juga harus
mengetahui dengan jelas apa kebutuhan, harapan, dan tuntutan masyarakat,
terutama terhadap sekolah Islam. Dengan perkataan lain antara sekolah dan
masyarakat harus dibina suatu hubungan yang harmonis.
Dan seorang manajer
lembaga pendidikan Islam harus mampu mengemas program-program dan kisah sukses
lembaga pendidikan yang dipimpinnya supaya benar-benar menarik sehingga mampu
menyerap perhatian yang besar dari masyarakat dan dapat mencapai tujuan sekolah
Islam atau pendidikan Islam secara efektif dan efisien.
Jika hubungan sekolah
Islam dengan masyarakat berjalan dengan baik, rasa tanggung jawab dan
partisipasi masyarakat untuk memajukan sekolah juga akan baik dan tinggi. Agar
tercipta hubungan dan kerjasama yang baik antara sekolah Islam dan masyarakat,
masyarakat perlu mengetahui dan memiliki gambaran yang jelas tentang sekolah
sekolah Islam yang bersangkutan. Dan sekolah juga harus mampu menunjukkan pada
masyarakat bahwa lembaga pendidikan Islam merupakan pendidikan yang baik
berdasarkan bukti riil, baru kemudian berani menunjukkan ke luar dengan
strateginya adalah menarik perhatian masyarakat artinya hubungan harmonis
dengan masyarakat dimulai dengan memajukan kualitas pendidikan dalam sebuah
lembaga pendidikan.
Dan melalui hubungan
yang harmonis diharapkan tercapai tujuan hubungan sekolah Islam dengan
masyarakat yaitu terlaksananya proses pendidikan di sekolah secara produktif,
efektif, dan efisien.
V.
KESIMPULAN
Hubungan masyarakat adalah usaha untuk mencapai hubungan yang
harmonis antara satu sekolah dengan masyarakat melalui satu proses komunikasi
timbal balik atau dua arah.
Menurut Oemi Abdurrahman
M.A hubungan masyarakat adalah menumbuhkan hubungan baik antara segenap
komponen pada suatu lembaga dalam rangka memberikan pengertian, menumbuhkan
motivasi dan partisipasi.
Fungsi utama hubungan
masyarakat adalah menumbuhkan dan mengembangkan hubungan baik antara lembaga/
organisasi dengan publiknya, intern dan ekstern, dalam menanamkan pengertian,
menumbuhkan motivasi dan partisipasi publik dalam upaya menciptakan pendapat
yang menguntungkan lembaga/ organisasi.
Tujuan sentral humas
yang akan dicapai adalah tujuan organisasi, sebab humas dibentuk atau digiatkan
guna menunjang manajemen yang berupaya mencapai tujuan organisasi.
Tugas
dan kewajiban utama hubungan masyarakat adalah sebagai berikut:
1.
menyampaikan
pesan atau informasi dari sekolah lisan, tertulis, atau visual kepada
publiknya, sehingga masyarakat memperoleh pengertian yang benar dan tepat
mengenai kondisi sekolah, tugas dan kegiatannya.
2.
melakukan
studi dan anilisis atau reaksi serta tanggapan publik terhadap kebijakan dan
langkah tindakan sekolah, termasuk segala macam pendapat publik yang
mempengaruhi sekolah.
3.
menyampaikan
fakta-fakta dan pendapat kepada para pelaksana tugas guna membantu mereka dalam
memberikn pelayanan yang mengesankan dan memuaskan publik.
Adapun jenis kegiatan
humas secara umum dapat dibedakan atas kegiatan humas eksternal dan kegiatan
humas internal.
Adapun teknik
dalam humas dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu:
1.
Teknik
humas dengan kata-kata (lisan dan tulisan)
2.
Teknik
humas dengan perbuatan
3.
Teknik
terpadu (kata-kata dan perbuatan.
VI.
PENUTUP
Demikan makalah yang dapat saya
sajikan. saya menyadari masih banyak kekurangan dalam makalah ini. oleh karena itu, kritik dan saran yang
membangun sangat saya harapkan. Semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi
kita semua.
DAFTAR PUSTAKA
Baharuddin dan Moh. Makin
.2010 Manajemen Pendidikan Islam. Malang: UIN Maliki PRESS
M. Amirin, Tatang.
2011. Manajemen Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.
Mulyasa. 2009. Manajemen
Berbasis Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sulistyorini.
2009. Manajemen Pendidikan Islam. Yogyakarta: TERAS.
Suryosubroto.
2004. Manajemen Pendidikan di Sekolah. Jakarta:PT Rineka Cipta.
Uchjana Effendy,
Onong. 2006. Hubungan Masyarakat. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Qomar, Mujamil.
2007. Manajemen Pendidikan Islam, Jakarta: Gelora Aksara Pratama.
www.suaramuhibbuddin.wordpress.com (sabtu, 22-11-2014, pukul
09.00 WIB)
[1] Tatang
M. Amirin, Manajemen Pendidikan, Yogyakarta: UNY Press, 2011, hlm.
93-94.
[2] Onong
Uchjana Effendy, Hubungan Masyarakat, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006,
hlm. 20.
[3] Sulistyorini,
Manajemen Pendidikan Islam, Yogyakarta: TERAS, 2009, Hlm. 144-145
[4] Mulyasa,
Manajemen Berbasis Sekolah, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009, hlm.50.
[5]
Suryosubroto, Manajemen Pendidikan di Sekolah, Jakarta:PT Rineka Cipta,
2004, hlm.154-156
[6] Tatang
M. Amirin, Manajemen Pendidikan, Yogyakarta: UNY Press, 2011, hlm. 94.
[7] Sulistyorini,
Manajemen Pendidikan Islam, Yogyakarta: TERAS, 2009, Hlm 147-149
[8] Sulistyorini,
Manajemen Pendidikan Islam, Yogyakarta: TERAS, 2009, hlm. 151-153
[9] Mujamil
Qomar, Manajemen Pendidikan Islam, Jakarta: Gelora Aksara Pratama, 2007,
hlm. 184-185
[10] Sulistyorini,
Manajemen Pendidikan Islam, Yogyakarta: TERAS, 2009, Hlm 153-154
[11]
Baharuddin dan Moh. Makin, Manajemen
Pendidikan Islam, Malang: UIN Maliki PRESS, 2010, Hlm. 90-91
[12]
Suryosubroto, Manajemen Pendidikan di sekolah, Jakarta: PT Rineka cipta,
2004, hlm. 157-158.
[13] Suryosubroto,
Manajemen Pendidikan di sekolah,... hlm.156
[14]Suryosubroto,
Manajemen Pendidikan di sekolah, Jakarta: PT Rineka cipta, 2004, hlm.
158-159
[15]
Tatang M. Amirin, Manajemen Pendidikan, Yogyakarta: UNY Press, 2011,
hlm.101-106.
[16]
Sulistyorini, Manajemen Pendidikan Islam, Yogyakarta: TERAS, 2009, Hlm
164-166
[17]
Suryosubroto, Manajemen Pendidikan di Sekolah, Jakarta:PT Rineka Cipta,
2004, hlm.154-156
Tidak ada komentar:
Posting Komentar