Selasa, 14 April 2015

Makalah Manajemen Pendidikan Islam



MANAJEMEN HUMAS DALAM PENDIDIKAN ISLAM
MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Manajemen Pendidikan Islam
Dosen Pengampu: Dr. H. Fatah Syukur NC, M.Ag








Disusun oleh:

Min Khatul  Maula       (123311026)



FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
2015

I.              PENDAHULUAN
      Sekolah/madrasah dituntut untuk menjamin kemajuan pengetahuan dan kemajuan sosial, dengan menjadi pelaku aktif dalam perbaikan masyarakat. Oleh karena itu, sekolah/madrasah merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat, bahkan pertumbuhan dan perkembangan sekolah/madrasah selaras dengan tuntutan dari masyarakat. Dalam perjalanan pertunbuhan kelembagaannya, sekolah/madrasah memang ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat sekitarnya sehingga dari hal itu tercipta kerjasama yang harmonis antara keduanya.
Hubungan sekolah/ sekolah Islam dengan masyarakat memiliki hubungan yang sangat erat dalam mencapai tujuan sekolah Islam atau pendidikan Islam secara efektif dan efisien. Sebaliknya sekolah juga harus menunjang pencapaian tujuan atau pemenuhan kebutuhan masyarakat, khususnya kebutuhan pendidikan. Oleh karena itu, sekolah Islam berkewjiban untuk memberi penerangan tentang tujuan-tujuan, program-program, kebutuhan, serta keadaan masyarakat. Sebaliknya, sekolah Islam juga harus mengetahui dengan jelas apa kebutuhan, harapan, dan tuntutan masyarakat, terutama terhadap sekolah Islam. Dengan perkataan lain antara sekolah dan masyarakat harus dibina suatu hubungan yang harmonis.
Jika hubungan seklah Islam dengan masyarakat berjalan dengan baik, rasa tanggung jawab dan partisipasi masyarakat untuk memajukan sekolah juga akan baik dan tinggi. Agar tercipta hubungan dan kerjasama yang baik antara sekolah Islam dan masyarakat, masyarakat perlu mengetahui dan memiliki gambaran yang jelas tentang sekolah sekolah Islam yang bersangkutan.
Melaui hubungan yang harmonis diharapkan tercapai tujuan hubungan sekolah Islam dengan masyarakat yaitu terlaksananya proses pendidikan di sekolah secara produktif, efektif, dan efisien sehingga menghasilkan lulusan yang berkualitas ini tampak dari pengusaan peserta didik terhadap ilmu.
Maka dari itu pemakalah mencoba membahas apa itu hubungan masyarakat dan bagaimana tentang menciptakan hubungan yang harmonis agar dapat meningkatakan mutu sekolah.
II.           RUMUSAN MASALAH
A.    Apa pengertian hubungan masyarakat?
B.     Apa fungsi humas dalam Pendidikan Islam?
C.     Apa tujuan humas dalam Pendidikan Islam?
D.    Apa tugas dan kewajiban humas?
E.     Apa jenis-jenis kegiatan humas dalam lembaga pendidikan Islam?
F.      Bagaimana teknik humas dalam lembaga pendidikan Islam?
G.    Bagaimana hubungan SIM dengan humas dalam pendidikan?

III.        PEMBAHASAN
A.    Pengertian Hubungan Masyarakat
Istilah hubungan masyarakat (humas) dikemukakan pertama kali oleh presiden Amerika Serikat ialah Thomas Jefferson tahun 1807. Akan tetapi apa yang dimaksudkan pada waktu itu dengan istilah public relations adalah dihubugan dengan Foreign Relations. Sehubungan dengan itu Grisworld menuturkan:
Humas merupakan fungsi manajemen yang diadakan untuk menilai dan menyimpulkan sikap-sikap publik, menyesuaikan prosedur instansi atau organisasi untuk mendapatkan pengertian dan dukungan masyarakat.[1]
Edward L. Bernays mengatakan bahwa hubungan masyarakat mempunyai tiga pengertian, yaitu:
a.       Memberikan penerangan kepada masyarakat
b.      Membujuk masyarakat untuk mengubah sikap dan tindakannya.
c.       Mengusahakan untuk mengintegrasikan sikap dan tindakan perusahaan dengan masyarakat dan sebaliknya, masyarakat dengan perusahaan. [2]
Menurut Oemi Abdurrahman M.A hubungan masyarakat adalah menumbuhkan hubungan baik antara segenap komponen pada suatu lembaga dalam rangka memberikan pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi.
Hubungan masyarakat merupakan suatu kegiatan yang bertujuan memperoleh kepercayaan, saling pengertian, dan citra yang baik dari publik.
Hubungan masyarakat merupakan unsur yang sangat penting dalam manajemen guna mencapai tujuan yang spesifik dari oraganisasi lembaga pendidikan Islam.
Hubungan masyarakat adalah usaha untuk mencapai hubungan yang harmonis antara satu sekolah dengan masyarakat melalui satu proses komunikasi timbal balik atau dua arah.[3]
Hubungan sekolah dengan masyarakat pada hakikatnya merupakan suatu sarana yang sangat berperan dalam membina dan mengembangkan pertumbuhan pribadi peserta didik.[4]
Hingga saat ini pengertian humas belum ada keseragaman pendapat dari para ahli, karenanya agar lebih jelas pengertian tentang humas ini, mengemukakan beberapa pendapat sebagai berikut:
1.    Menurut Glennand Denny Griswold
Humas merupakan fungsi manajemen yang diadakan untuk menilai dan menilai dan menyimpulkan sikap-sikap publik, menyesuaikan prosedur instansi atau organisasi dengan kepentingan umum, menjalankan suatu program untuk mendapatkan pengertian dan dukungan masyarakat.
2.    Menurut Oemi Abdurrachman M.A
Humas ialah kegiatan untuk menanamkan dan memperoleh pengertian kepercayaan, penghargaan dari publik sesuatu badan khususnya dan masyarakat umumnya.
3.      Menurut Drs. Bonar
Menjalankan hubungan masyarakat usahanya untuk mencapai hubungan yang harmonis antara sesuatu badan organisasi dengan masyarakat sekelilingnnya.[5]
4.      Ibnoe Syamsi
Menyatakan bahwa humas adalah kegiatan organisasi untuk menciptakan hubungan harmonis dengan masyarakat agar mereka sadar dan sukarela mendukungannya.[6]

B.     Fungsi Humas dalam Pendidikan Islam
Fungsi utama hubungan masyarakat adalah menumbuhkan dan mengembangkan hubungan baik antara lembaga/ organisasi dengan publiknya, intern dan ekstern, dalam menanamkan pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi publik dalam upaya menciptakan pendapat yang menguntungkan lembaga/ organisasi.
Edwin Emery menyatakan bahwa fungsi hubungan masyarakat adalah:
Upaya yang terencana dan terorganisasi dari sebuah lembaga untuk menciptakan hubungan yang saling bermanfaat dengan berbagai publiknya.
Secara umum kegiatan hubungan masyarakat adalah menciptakan opini publik yang menguntungkan sekolah dan lembaga pemerintah yang bersangkutan.
Fungsi pokoknya adalah mengatur informasi internal dan eksternal dengan memberikan informasi serta penjelasan seluas mungkin kepada publik mengenai kebijakan, program serta tindakan-tindakan lembaga/ organisasi.[7]

C.    Tujuan Humas dalam Pendidikan Islam
Tujuan sentral humas yang akan dicapai adalah tujuan organisasi, sebab humas dibentuk atau digiatkan guna menunjang manajemen yang berupaya mencapai tujuan organisasi.
Tujuan hubungan antara sekolah dengan masyarakat dapat diuraikan sebagai berikut:
1.         Mengembangkan pembinaan pengertian masyarakat tentang semua aspek/ bidang pelaksanaan program pendidikan di sekolah. Pemahaman program yang dilakukan di sekolah sangat penting diketahui masyarakat dengan tujuan agar mereka termotivasi untuk bisa memberikan bantuan yang maksimal terhadap terlaksananya program-program sekolah tersebut.
2.         Menampung harapan-harapan tentang tujuan pendidikan di sekolah. Program hubungan sekolah dengan masyarakat salah satunya diarahkan untuk menampung harapan-harapan masyarakat tentang tujuan sekolah. Tujuan sekolahperlu diketahui dan disepakati bersama oleh piihak sekolah dam masyarakat melalui pertemuan-pertemuan rutin antara sekolah dengan masyarakat. Hal ini perlu karena lulusan sekolah akan kembali ke masyarakat maka tujuan harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
3.         Memperoleh partisipasi, dukungan dan bantuan secara konkrit dari masyarakat baik berupa tenaga, sarana maupun dana demi kelarancaran tercapainya tujuan pendidikan. Semua hubungan masyarakat dengan sekolah jika sudah dilaksanakan secara terus menerus dan berhasil sehingga mereka dapat termotivasi untuk bekerja sama, selanjutnya tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat ini dapat diwujudkan.
4.         Menumbuhkan dan membangkitkan rasa tanggung jawab yang lebih besar pada masyarakat terhadap kelangsungan program pendidikan di sekolah secara tepat dan hemat.
5.         Mengikutsertakan masyarakat dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi sekolah. Masalah yang dipecahkan menyangkut siswa, guru, perlengkapan, keuangan dan perumusan tujuan sekolah.[8]
Selain itu, menurut Mujamil Qomar menyatakan bahwa hubungan lembaga pendidikan dengan masyarakat bertujuan antara lain sebagai berikut:
1.      Memajukan kualitas pembelajaran dan pertumbuhan anak
2.      Memperkukuh tujuan serta meningkatkan kualitas hidup dan penghidupan masyarakat.
3.      Menggairahkan masyarakat untuk menjalin hubungan dengan lembaga pendidikan.
4.      Untuk mendapatkan umpan balik dari masyarakat atas kebijakan-kebijakan yang ditempuh lembaga.
5.      Untuk mendapatkan dukungan riil dari masyarakat terhadap kelangsungan lembaga pendidikan.[9]

D.    Tugas dan kewajiban utama humas
Tugas dan kewajiban utama humas adalah sebagai berikut:
1.      Menyampaikan pesan atau informasi dari sekolah lisan, tertulis, atau visual kepada publiknya, sehingga masyarakat memperoleh pengertian yang benar dan tepat mengenai kondisi sekolah, tugas dan kegiatannya.
2.      Melakukan studi dan anilisis atau reaksi serta tanggapan publik terhadap kebijakan dan langkah tindakan sekolah, termasuk segala macam pendapat publik yang mempengaruhi sekolah.
3.      Menyampaikan fakta-fakta dan pendapat kepada para pelaksana tugas guna membantu mereka dalam memberikan pelayanan yang mengesankan dan memuaskan publik.[10]
Kegiatan humas di sekolah/madrasah tidak hanya menginformasikan fakta-fakta tertentu dari sekolah/madrasah, melainkan juga harus mengemukakan beberapa hal berikut:
a.       Melaporkan tentang pikiran yang berkembang dalam masyarakat tentang masalah pendidikan Islam.
b.      Membantu kepala sekolah /madrasah bagaimana usaha untuk memperoleh bantuan dan kerjasama.
c.       Menyusun rencana bagaimana cara-cara memperoleh bantuan.
Strategi perlibatan masyarakat dalam kegiatan pendidikan secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu (a) keterlibatan secara individual, seperti membuka kesempatan dan konsutasi seluas-luasnya bagi orang tua peserta didik untuk datang ke sekolah/madrasah dan (b) keterlibatan secara organisatoris terdiri melalui komite sekolah/madrasah, organisasi alumni, dunia usaha/dunia kerja, dan melalui hubungan dengan instansi lain.[11]
Menurut Soryosubrorto tugas pokok dan beban kerja humas suatu organisasi/lembaga adalah:
1.      Memberikan informasi dan menyampaikan ide (gagasan) kepada masyarakat atau pihak-pihak lain yang membutuhkannya.
Menyebarluaskan informasi dan gagasan-gagasan itu agar diketahui maksud atau tujuannya serta kegiatan-kegiatannya termasuk kemungkinan dipetik manfaatnya oleh pihak-pihak di luar organisasi.
2.      Membantu pemimpin yang karena tugas-tugasnya tidak dapat langsung memberikan informasi kepada masyarakat atau pihak-pihak yang memerlukan.
3.      Membantu pemimpin mempersiapkan bahan-bahan tentang permasalahan dan informasi yang akan disampaikan atau yang menarik perhatian masyarakat pada saat tertentu. Dengan demikian pemimpin selalu siap dalam memberikan bahan-bahan informasi yang terbaru.
4.      Membantu pemimpin dalam mengembangkan rencana dan kegiatan-kegiatan lanjutan yang berhubungan dengan pelayanan kepada masyarakat (publik service) sebagai akibat dan komunikasi timbal balik dengan pihak luar, yang ternyata menumbuhkan harapan untuk penyempurnaan kegiatan yang telah dilakukan oleh organisasi.[12]
      Hadari Nawawi menyebutkan bahwa beban tugas humas humas adalah melakukan publisitas tentang kegiatan organisasi kerja yang patut diketahui oleh pihak luar secara luas. Kegiatannya dilakukan dengan menyebarluaskan informasi dan memberikan penerangan-penerangan untuk menciptakan pemahaman yang sebaik-baiknya di kalangan masyarakat luas mengenai tugas-tugas dan fungsi yang emban organisasi tersebut, termasuk juga mengenai kegiatan-kegiatan yang sudah, sedang, akan dikerjakan berdasarkan beban kerjanya.[13]                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             
   Menurut Ibnoe Syamsi untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut, humas yang efisien harus memperhatikan asas-asas tertentu sebagai berikut:
1.      Obyektif dan resmi
Semua informasi atau pemberian yang disampaikan kepada masyarakat harus merupakan suara resmi dari instasi/lembaga yang bersangkutan. Karena itu, informasi dikeluarkan tidak boleh bertentangan dengan kebijaksanaan yang dijalankan.
2.      Organisasi yang tertib dan berdisiplin
Humas hanya akan berfungsi bilamana tugas-tugas organisasi/lembaga berjalan secara lancar dan efektif serta memiliki hubungan kerja ke dalam dan ke luar organisasi yang efektif pula.
3.      Informasi harus bersifat mendorong timbulnya keinginan untuk ikut berpartisipasi atau ikut memberikan dukungan secara wajar dari masyarakat. Karena itu informasi atau pemberitaan tidak sekedar dilihat dari kepentingan organisasi, tetapi juga dari pihak penerima pesan.
4.      Kontinuitas informasi
Humas harus berusaha agar masyarakat memperoleh informasi secara kontinu sesuai dengan kebutuhan. Untuk itu informasi lisan dan tertulis dapat dilakukan secara berkala dan pada waktu-waktu tertentu.
5.      Respon yang timbul di kalangan masyarakat umpan balik dari informasi yang disampaikan harus mendapat perhatian sepenuhnya. Respon masyarakat dapat berbentuk saran-saran, pendapat-pendapat, kritik-kritik, keluhan-keluhan, dan pernyataan-pernyataan. Semua respon itu harus disaring agar dapat dipergunakan untuk memperbaiki kegiatan-kegiatan dalam rangka memenuhi harapan masyarakat.
Jadi dalam public relation terdapat sesuatu usaha untuk mewujudkan suatu hubungan yang harmonis antara lembaga dengan publiknya sehingga akan timbul opini publik yang menguntungkan bagi kehidupan lembaga tersebut.[14]

E.     Jenis-jenis kegiatan humas pada lembaga pendidikan Islam
Kegiatan humas secara umum dapat dibedakan atas kegiatan humas eksternal dan kegiatan humas internal. Demikian pula kegiatan humas pada lembaga pendidikan terutama di sekolah.
1.         Kegiatan eksternal
Kegiatan ini selalu dihubungkan dan ditunjukkan kepada publik atau masyarakat di luar sekolah. Terdapat dua kegiatan yang dapat dilakukan, yakni kegiatan tidak langsung dan kegiatan langsung atau tatap muka. Kegiatan tidak langsung adalah kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat melalui perantaraan media tertentu, misalnya melaui televisi, radio, media cetak, pameran dan penerbitan majalah. Kegiatan langsung atau tatap muka adalah kegiatan yang dilaksanakan secara langsung, misalnya rapat dengan komite sekolah, konsultasi tokoh masyarakat, dan melayani kunjungan tamu.
a.       Penyebaran informasi televisi
Penyampaian informasi melalui media televisi dapat dilaksanakan dengan cara, antara lain:
1)   Ceramah biasa
2)   Wawancara
3)   Diskusi
4)   Sandiwara
5)   Kegaiatan kesenian
b.      Penyebaran informasi melalui radio
   Radio meruapakan media yang sangat penting karena siarannya mampu menjangkau masyarakat luas. Oleh karena itu, sekolah dapat memanfaatkan radio untuk kepentingan publisitas.
c.       Penyebaran informasi melalui media cetak
Media cetak adalah surat kabar, majalah, buletin dan sebagainya.dalam hubungan dengan kegiatan humas, pers dikatakan sebagai penyebar informasi yang berguna
d.      Pelaksanaan pameran di sekolah
Pameran adalah sebuah arena atau ajang untuk mempertunjukkan hasil pekerjaan dan perkembangan siswa serta kemajuan sekolah kepada warga sekolah pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
e.       Penerbitan majalah
Diterbitkannya majalah atau buletin sekolah agar semua karya dan kegiatan sekolah dapat ditunjukkan kepada masyarakat umum di luar sekolah.
2.         Kegiatan humas internal
     Sasaran dalam kegiatan humas internal adalah warga sekolah, yakni para guru, tenaga administrasi (tata usaha), dan para siswa. Pada prinsipnya kegiatan internal bertujuan untuk:
a.         Memberi penjelasan tentang kebijakan penyelenggaraan dan perkembangan sekolah.
b.        Menampung saran dan pendapat warga sekolah yang berhubungan dengan pembinaan dan pengembangan sekolah.
c.         Memelihara hubungan harmonis sehingga tercipta kerjasama antar warga sekolah.[15]

F.     Teknik humas dalam lembaga pendidikan Islam
Humas dalam satuan pendidikan Islam dapat dilakukan dengan berbaga teknik dan bentuk yang tentunya disesuaikan dengan kondisi masyarakat di sekililingnya. Dengan demikian untuk menghadapi berbagai ragam masyarakat membutuhkan teknik tersendiri, agar proses humas berjalan secara efektif dan efisien. Adapun teknik dalam humas dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu:
1.      Teknik humas dengan kata-kata (lisan dan tulisan)
2.      Teknik humas dengan perbuatan
3.      Teknik terpadu (kata-kata dan perbuatan)
Adapun untuk mengkontruksikan antara teknik dengan bentuk humas secara operasioanalnya, bahwa teknik kata-kata dapat dilakukan antara lain dengan kontak melalui surat, brosur, buletin dan lain sebagainya. Sedangkan teknik perbuatan dapat dilakukan melalui bakti sosial, karya wisata, pertunjukan, pameran dan lain sebagainya. Dan teknik perpaduan antara keduanya dapat dilakukan melalui silaturahmi, iklan di televisi dan sebagainya.
Untuk menerapkan teknik humas harus didukung oleh prinsip-prinsip dalam Islam. Adapun prinsip-prinsip humas di dalam pendidikan Islam adalah sebagai berikut:
1.         Saling berpesan dengan sabar dan kasih sayang
2.         Menyuruh yang makruf dan mencegah yang munkar
3.         Saling mempermudah urusan
4.         Saling menggembirakan
5.         Bersikap lemah lembut
6.         Membantah dengan baik
7.         Dengan bijkasana (Bil Hikmah)
8.         Dengan tutur kata yang baik
9.         Dengan alasan yang rasional atau berdebat dengan cara yang lebih baik (mujadalah)
10.     Dengan pemaaf dan memohonkan ampunan
11.     Tidak memaksakan kehendak.[16]

G.    Bagaimana hubungan SIM dengan humas dalam pendidikan
Sistem Informasi Manajemen (SIM) berasal dari gabungan kata sistem, informasi dan manajemen. Sistem merupakan kumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama lain dan membentuk satu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan. Informasi adalah hasil pemrosesan data yang diperoleh dari setiap elemen sistem menjadi bentuk yang mudah dipahami dan merupakan pengetahuan relevan yang dibutuhkan oleh orang untuk menambah pemahamannya terhadap fakta-fakta yang ada. Manajemen merupakan proses atau kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sehingga SIM dapat diartikan sebagai kumpulan elemen data yang sudah diproses dan digunakan untuk mempermudah tercapainya suatu tujuan tertentu.
Menurut Stoner (1996), SIM merupakan metode formal yang menyediakan informasi akurat dan tepat waktu kepada manajemen untuk mempermudah proses pengambilan keputusan dan membuat organisasi dapat melakukan fungsinya secara efektif.
Pendapat lain diungkapkan oleh Mc.Lead Jr. Raymond, bahwa Sistem Informasi Manajemen didefinisikan sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai yang mempunyai kebutuhan yang serupa.
Jadi yang dimaksud dengan Sistem Informasi Manajemen secara luas, berdasarkan teori-teori di atas adalah sebuah lembaga yang terdiri dari beberapa orang yang bekerja secara bersamaan dan efektif dalam rangka mencapai sasaran tertentu dengan berbasiskan komputer dan disediakan untuk dimanfaatkan oleh pengguna informasi tersebut.
Sedangkan yang dimaksud dengan hubungan masyarakat adalah sebagaimana disebutkan oleh Glennand Denny Griswold dalam buku Manajemen Pendidikan di Sekolah adalah fungsi manajemen yang diadakan untuk menilai dan menyimpulkan sikap-sikap publik, menyesuaikan kebijakan dan prosedur instansi atau lembaga dengan kepentingan umum, menjalankan suatu program untuk mendapatkan pengertian dan dukungan masyarakat. Dalam buku yang sama disebutkan oleh Ibnoe Syamsi menyadur pendapat Hooftman bahwa makna hubungan masyarakat merupakan suatu upaya dalam mengembangkan opini masyarakat yang positif terhadap sesuatu lembaga tertentu di mana publik harus diberi penerangan dengan jelas yang lengkap dan obyektif mengenai kegiatan-kegiatan yang menyangkut kepentingan mereka, sehingga timbul pengertian selaras disertai adanya pendapat-pendapat dan saran-saran dari publik mengenai kebijaksanaan badan itu yang harus diperhatikan dan dihargai.
Pendapat lain disampaikan oleh Bonar juga mengutip pendapat Harlah dan Scott dalam buku Manajemen Pendidikan di Sekolah bahwa Hubungan masyarakat merupakan usaha-usaha mencari keterangan tentang apa yang disukai dan tidak disukai oleh masyarakat untuk dipergunakan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan dan kebijakan dalam melaksanakan kegiatan organisasi pada masa selanjutnya.
Jadi, dengan memperhatikan berbagai teori dan pendapat baik mengenai definisi Sistem Informasi Manajemen maupun penjelasan arti dan tujuan hubungan masyarakat sebagai salah satu fungsi manajemen memberikan gambaran kepada kita, bahwa ternyata hubungan antara keduanya sangat erat dan saling terkait satu sama lain.
Sistem manajemen informasi bidang hubungan masyarakat ini berproses pada posisinya sebagai perantara dan jembatan penghubung antara pihak sekolah dan pihak masyarakat. Sebagaimana kita ketahui, bahwa yang mempengaruhi tingkat pengetahuan dan kepercayaan anggota masyarakat terhadap sekolah adalah informasi. Seakan-akan informasi menjadi satu badan dengan lembaga pendidikan itu sendiri. Apa yang lahir dan terbaca dalam informasi, itulah yang ada di dalam lembaga bersangkutan, sehingga baik dan buruk sebuah lembaga bisa dipersepsikan melalui informasi ini, meskipun kadangkala membutuhkan klarifikasi interaktif terlebih dahulu sebelum meyakini kebenaran informasi tersebut.
Dalam kaitan dengan pencitraan, meskipun pencitraan ini juga bisa menjerumuskan lembaga disebabkan informasi yang dipoles sedemikian rupa sehingga menarik, tidak akan terlepas dari struktur manajemen dan arah kerja di bidang hubungan masyarakat.[17]
Tujuan diadakannya perencanaan konsep sistem manajemen informasi bidang hubungan masyarakat yang baik ini adalah :
1.    Untuk menciptakan suasana harmonis antara pihak sekolah dengan wali murid dan komite sekolah
2.    Untuk memberikan informasi yang sesuai dengan kenyataan dan independen kepada masyarakat luas
3.    Untuk menarik garis kepercayaan masyarakat kepada lembaga sekolah
4.    Untuk meningkatkan pengawasan dan sikap kritik membangun dari masyarakat terhadap kinerja pihak sekolah
5.    Untuk memberikan pelayanan informasi yang maksimal kepada masyarakat
6.    Untuk meningkatkan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah
7.    Untuk menyatukan persepsi antara pihak sekolah dan wali murid serta komite sekolah
8.    Untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam proses belajar mengajar di kelas, terkait dengan adanya pengawasan orang tua sebagai wali murid yang senantiasa memperhatikan kegiatan anak-anaknya di sekolah
9.    Untuk menyampaikan umpan balik kepada masyarakat tentang kebutuhan dan rencana strategis (renstra) lembaga pendidikan
10.               Untuk menjadi dasar pengambilan keputusan pihak lembaga sekolah berkaitan dengan pembiayaan pendidikan
Ketika sebuah fungsi manajemen kurang dilaksanakan dan diabaikan oleh sebuah lembaga, termasuk lembaga pendidikan, maka akibat yang diterimanya tidak ringan dan kecil. Sebuah lembaga, dalam hal ini lembaga pendidikan bisa hancur dan tidak lagi diminati oleh masyarakat karena kurangnya sosialisai dan berkomunikasi dengan masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media komunikasi lainnya.
Secara lebih terinci, maka akibat dari fungsi manajemen hubungan masyarakat yang terabaikan bagi sebuah lembaga pendidikan adalah memungkinkan untuk timbulnya hal-hal sebagai berikut :
1.        Kurangnya perhatian masyarakat terhadap lembaga pendidikan
2.        Kurangnya ketertarikan untuk mengikuti program dan kegiatan lembaga
3.        Melemahnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan tersebut
4.        Masyarakat akan meninggalkan lembaga pendidikan tersebut secara berangsur-angsur
5.        Ketiadaan acuan dan landasan untuk mengambil keputusan dan kebijakan oleh lembaga pendidikan secara tepat dan prospektif
6.        Penyusunan rencana strategis lembaga yang sifatnya imajiner, tidak jelas dan berlebihan tanpa dasar perhitungan yang akurat.
7.        Ketiadaan data lengkap yang mendukung akreditasi serta supervisi akademik dalam memenuhi aspek profesionalitas pendidik disebabkan hilangnya salah satu fungsi inti manajemen
8.        Hilangnya mutu pendidikan sebab tidak adanya salah satu fungsi manajemen lembaga pendidikan berupa hubungan dengan masyarakat, terkait dengan penilaian hasil pembelajaran oleh masyarakat, sementara lembaga pendidikan masih menggunakan metode tradisional yang sudah usang.[18]

IV.        ANALISIS
     Manajemen pendidikan Islam perlu menangani masyarakat atau hubungan lembaga pendidikan Islam dengan masyarakat. Yanga mana hubungan sekolah dengan masyarakat pada hakikatnya merupakan suatu sarana yang sangat berperan dalam membina dan mengembangkan pertumbuhan pribadi peserta didik di sekolah. Kita harus menyadari bahwa masyarakat memiliki peranan yang sangat penting terhadap keberadaan, kelangsungan, bahkan kemajuan lembaga pendidikan Islam. Sebaliknya sekolah juga harus menunjang pencapaian tujuan atau pemenuhan kebutuhan masyarakat, khususnya kebutuhan pendidikan. Dan juga sekolah Islam juga harus mengetahui dengan jelas apa kebutuhan, harapan, dan tuntutan masyarakat, terutama terhadap sekolah Islam. Dengan perkataan lain antara sekolah dan masyarakat harus dibina suatu hubungan yang harmonis.
      Dan seorang manajer lembaga pendidikan Islam harus mampu mengemas program-program dan kisah sukses lembaga pendidikan yang dipimpinnya supaya benar-benar menarik sehingga mampu menyerap perhatian yang besar dari masyarakat dan dapat mencapai tujuan sekolah Islam atau pendidikan Islam secara efektif dan efisien.
     Jika hubungan sekolah Islam dengan masyarakat berjalan dengan baik, rasa tanggung jawab dan partisipasi masyarakat untuk memajukan sekolah juga akan baik dan tinggi. Agar tercipta hubungan dan kerjasama yang baik antara sekolah Islam dan masyarakat, masyarakat perlu mengetahui dan memiliki gambaran yang jelas tentang sekolah sekolah Islam yang bersangkutan. Dan sekolah juga harus mampu menunjukkan pada masyarakat bahwa lembaga pendidikan Islam merupakan pendidikan yang baik berdasarkan bukti riil, baru kemudian berani menunjukkan ke luar dengan strateginya adalah menarik perhatian masyarakat artinya hubungan harmonis dengan masyarakat dimulai dengan memajukan kualitas pendidikan dalam sebuah lembaga pendidikan.
     Dan melalui hubungan yang harmonis diharapkan tercapai tujuan hubungan sekolah Islam dengan masyarakat yaitu terlaksananya proses pendidikan di sekolah secara produktif, efektif, dan efisien.

V.           KESIMPULAN
     Hubungan masyarakat adalah usaha untuk mencapai hubungan yang harmonis antara satu sekolah dengan masyarakat melalui satu proses komunikasi timbal balik atau dua arah.
     Menurut Oemi Abdurrahman M.A hubungan masyarakat adalah menumbuhkan hubungan baik antara segenap komponen pada suatu lembaga dalam rangka memberikan pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi.
     Fungsi utama hubungan masyarakat adalah menumbuhkan dan mengembangkan hubungan baik antara lembaga/ organisasi dengan publiknya, intern dan ekstern, dalam menanamkan pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi publik dalam upaya menciptakan pendapat yang menguntungkan lembaga/ organisasi.
     Tujuan sentral humas yang akan dicapai adalah tujuan organisasi, sebab humas dibentuk atau digiatkan guna menunjang manajemen yang berupaya mencapai tujuan organisasi.
Tugas dan kewajiban utama hubungan masyarakat adalah sebagai berikut:
1.    menyampaikan pesan atau informasi dari sekolah lisan, tertulis, atau visual kepada publiknya, sehingga masyarakat memperoleh pengertian yang benar dan tepat mengenai kondisi sekolah, tugas dan kegiatannya.
2.      melakukan studi dan anilisis atau reaksi serta tanggapan publik terhadap kebijakan dan langkah tindakan sekolah, termasuk segala macam pendapat publik yang mempengaruhi sekolah.
3.      menyampaikan fakta-fakta dan pendapat kepada para pelaksana tugas guna membantu mereka dalam memberikn pelayanan yang mengesankan dan memuaskan publik.
Adapun jenis kegiatan humas secara umum dapat dibedakan atas kegiatan humas eksternal dan kegiatan humas internal.
Adapun teknik dalam humas dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu:
1.      Teknik humas dengan kata-kata (lisan dan tulisan)
2.      Teknik humas dengan perbuatan
3.      Teknik terpadu (kata-kata dan perbuatan.

VI.        PENUTUP
     Demikan makalah yang dapat saya sajikan. saya menyadari masih banyak kekurangan dalam makalah  ini. oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan. Semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua.




DAFTAR PUSTAKA
Baharuddin dan  Moh. Makin .2010 Manajemen Pendidikan Islam. Malang: UIN Maliki PRESS
M. Amirin, Tatang. 2011. Manajemen Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.
Mulyasa. 2009. Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sulistyorini. 2009. Manajemen Pendidikan Islam. Yogyakarta: TERAS.
Suryosubroto. 2004. Manajemen Pendidikan di Sekolah. Jakarta:PT Rineka Cipta.
Uchjana Effendy, Onong. 2006. Hubungan Masyarakat. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Qomar, Mujamil. 2007. Manajemen Pendidikan Islam, Jakarta: Gelora Aksara Pratama.
www.suaramuhibbuddin.wordpress.com  (sabtu, 22-11-2014, pukul 09.00 WIB)



[1] Tatang M. Amirin, Manajemen Pendidikan, Yogyakarta: UNY Press, 2011, hlm. 93-94.
[2] Onong Uchjana Effendy, Hubungan Masyarakat, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006, hlm. 20.
[3] Sulistyorini, Manajemen Pendidikan Islam, Yogyakarta: TERAS, 2009, Hlm. 144-145
[4] Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009, hlm.50.
[5] Suryosubroto, Manajemen Pendidikan di Sekolah, Jakarta:PT Rineka Cipta, 2004, hlm.154-156     
[6] Tatang M. Amirin, Manajemen Pendidikan, Yogyakarta: UNY Press, 2011, hlm. 94.

[7] Sulistyorini, Manajemen Pendidikan Islam, Yogyakarta: TERAS, 2009, Hlm 147-149
[8] Sulistyorini, Manajemen Pendidikan Islam, Yogyakarta: TERAS, 2009, hlm. 151-153
[9] Mujamil Qomar, Manajemen Pendidikan Islam, Jakarta: Gelora Aksara Pratama, 2007, hlm. 184-185
[10] Sulistyorini, Manajemen Pendidikan Islam, Yogyakarta: TERAS, 2009, Hlm 153-154
[11] Baharuddin dan  Moh. Makin, Manajemen Pendidikan Islam, Malang: UIN Maliki PRESS, 2010, Hlm. 90-91
[12] Suryosubroto, Manajemen Pendidikan di sekolah, Jakarta: PT Rineka cipta, 2004, hlm. 157-158.
[13] Suryosubroto, Manajemen Pendidikan di sekolah,... hlm.156
[14]Suryosubroto, Manajemen Pendidikan di sekolah, Jakarta: PT Rineka cipta, 2004, hlm. 158-159
[15] Tatang M. Amirin, Manajemen Pendidikan, Yogyakarta: UNY Press, 2011, hlm.101-106.
[16] Sulistyorini, Manajemen Pendidikan Islam, Yogyakarta: TERAS, 2009, Hlm 164-166
[17] Suryosubroto, Manajemen Pendidikan di Sekolah, Jakarta:PT Rineka Cipta, 2004, hlm.154-156
[18] www.suaramuhibbuddin.wordpress.com  (sabtu, 22-11-2014, pukul 09.00 WIB)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar