Selasa, 14 April 2015

Makalah Manajemen Pendidikan dan Latihan



QUANTUM LEARNING
MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Manajemen Pendidikan dan Latihan
Dosen Pengampu: Dr. H. Fatah Syukur NC, M.Ag
 










Disusun oleh:

Min Khatul  Maula       (123311026)




FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
2015

I.         PENDAHALUAN
Keberhasilan dalam proses pembelajaran tidak terlepas dari cara dan model pembelajaran yang guru terapkan kepada  peserta didik. Terkadang guru kurang memperhatikan peserta didiknya, apakah siswanya bisa menerima dan memahami materi yang disampaikannya sehingga tidak mempehatikan model pembelajaran apa yang diterapkan guru di kelas. Dengan Kita memahami model pembelajaran kuantum ini kita mampu membawa suasana kelas menjadi enak gagi siswa.                                                                                                                                                                                      
Proses belajar mestinya berjalan menyenangkan untuk anak-anak didik. Ini adalah hal yang sesungguhnya sangat mendasar dari sebuah proses belajar. Quantum Learning merupakan strategi belajar yang bisa digunakan oleh siapa saja selain sisiwa dan guru karena memberikan gambaran untuk mendalami apa saja dengan cara mantap dan berkesan. Caranya, seorang pembelajar harus mengetahui terlebih dahulu gaya belajar, gaya berpikir, dan situasi dirinya. Dengan begitu, pembelajar akan dengan cepat mendalami sesuatu. Banyak orang yang telah merasakan hasilnya setelah mengkaji sesuatu dengan cara Quantum Learning. Segalanya dapat dengan mudah, cepat, dan mantap dikaji dan didalami dengan suasana yang menyenangkan.
Dalam makalah ini akan dijelaskan lebih lanjut tentang Quantum Learning untuk menjadikan suasana belajar menjadi nyaman.

II.      RUMUSAN MASALAH
A.    Apa yang dimaksud dengan Quantum Learning?
B.     Apa manfaat Quantum Learning?
C.     Apa prinsip-prinsip pembelajaran Kuantum?
D.    Bagaimana langkah-langkah penerapan Quantum Learning?
E.     Apa kelebihan dan kekurangan Quantum Learning?
F.      Bagaimana Implementasi pembelajaran kuantum?

III.   PEMBAHASAN
A.    Pengetian Quantum Learning
Dalam UU no.2 tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 1 ayat 20, pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
Pembelajaran adalah usaha mengelola lingkungan dengan sengaja agar seseorang membentuk diri secara posirtif dalam kondisi tertentu.[1] Sedangkan kuantum menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah banyaknya jumlah sesuatu.
Quantum learning adalah seperangkat metode belajar terbukti efektif di sekolah dan bisnis bekerja untuk semua tipe orang dan segala usia.
Quantum learning mengerahkan segenap usaha untuk menemukan cara belajar paling efektif dan cepat. Dengan quantum learning kita belajar cara belajar. Kita mendapatkan cara membaca cepat, menghafal cepat dan menjadi kreatif sesuai dengan gaya kita masing-masing.[2]
Quantum learning berakar dari upaya Dr. George Lozanov, seorang pendidik berkebangsaan Bulgaria yang bereksperimen dengan apa yang disebutnya sebagai “suggestology”. Prinsipnya adalah bahwa sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar, dan setiap detail apapun memberikan sugesti positif ataupun negatif. Beberapa teknik yang digunakannya untuk memberikan sugesti positif adalah mendudukan murid secara nyaman, memasang musik latar di dalam kelas, meningkatkan partisipasi individu, menggunakan poster-poster untuk memberi kesan besar sambil menonjolkan informasi, dan menyediakan guru-guru yang terlatih baik dalam seni pengajaran sugestif.
Istilah lain hampir dapat dipertukarkan dengan suggestology adalah pemercepatan belajar. Pemercepatan belajar didefinisikan sebagai memungkinkan siswa untuk belajar dengan kecepatan yang mengesankan, dengan upaya yang normal, dan dibarengi kegembiraan. Cara ini menyatukan unsur-unsur yang secara sekilas tampak tidak mempunyai persamaan : hiburan, permainan, warna, cara berpikir positif, kebugaran fisik, dan kesehatan emosional. Namun semua unsur ini bekerja sama untuk menghasilkan pengalaman belajar yang efektif.
Quantum learning mencakup aspek-aspek penting dalam program neurolinguistik (NLP) yaitu suatu penelitian tentang bagaimana otak mengatur informasi. Program ini meneliti hubungan antara bahasa dan perilaku dan dapat digunakan untuk menciptakan jalinan pengertian antara siswa dan guru. Para pendidik pengetahuan NLP mengetahui bagaimana menggunakan bahasa yang positif untuk meningkatkan tindakan-tindakan positif. Adapun dalam quantum learning memiliki tujuan yaitu: tumbuhnya emosi positif, kekuatan otak dan mencapai keberhasilan pembelajaran.[3]

B.     Manfaat Quantum Learning
Manfaat Quantum Learning:
1.      Sikap positif
2.      Motivasi
Motivasi dapat diartikan sebagai dorongan yang terdapat dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu tindakan. Motivasi belajar yang perlu dimiliki oleh siswa adalah motivasi intrinsik yang muncul dari dalam diri individu. Siswa yang memiliki motivasi biasanya memiliki keinginan yang kuat untuk mencapai prestasi belajar yang diharapkan. Dalam menerapkan Quantum Learning seperti menggunakan metode AMBAK maka akan termotivasi dalam belajar.[4]
3.      Keterampilan belajar
4.      Kepercayaan diri
5.      Sukses[5]

C.    Prinsip-prinsip Pembelajaran Kuantum
Asas utama pembelajaran Kuantum adalah Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita, dan Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka. Konsep “Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita, dan Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka” mengandung konsekuensi bahwa langkah pertama yang harus dilakukan guru dalam pelaksanaan pembelajaran adalah membangun jembatan autentik memasuki kehidupan siswa, untuk mendapatkan hak mengajar dari mereka.
 Caranya yaitu dengan mengaitkan apa yang diajarkan guru dengan peristiwa, pikiran atau perasaan yang diperoleh dari kehidupan rumah, sosial, musik, seni, rekreasi atau akademik siswa. Setelah kaitan terbentuk, guru dapat menerapkan konsep “Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita”.
Dapat disimpulkan pembelajaran Kuantum menggunakan prinsip-prinsip yang terdiri dari lima macam, yaitu: (1) Segalanya Berbicara, (2) Segalanya Bertujuan, (3) Sadarilah bahwa pengalaman mendahului penamaan, (4) Akui Setiap Usaha yang dilakukan dalam pembelajaran, dan (5) Jika Layak Dipelajari, Maka Layak Pula Dirayakan.
1.       Segalanya Berbicara.
Prinsip Segalanya Berbicara mengandung pengertian bahwa segala sesuatu di ruang kelas “berbicara” mengirim pesan tentang belajar. Dari lingkungan kelas hingga bahasa tubuh guru, penataan ruang, mulai kertas yang dibagikan hingga rancangan pembelajaran. Setiap detail mengabarkan sesuatu tentang diri dan sikap guru terhadap hal mengajar dan belajar. Sebab itu dalam proses pembelajaran, guru wajib menggubah kelas menjadi “komunitas belajar” yang setiap detailnya telah diubah secara saksama untuk mendukung belajar optimal dari cara mengatur bangku, menentukan kebijakan kelas, hingga cara merancang pengajaran.
2.       Segalanya Bertujuan.
Segalanya Bertujuan berarti bahwa semua upaya yang dilakukan guru dalam mengubah kelas mempunyai tujuan, yaitu agar siswa dapat belajar secara optimal untuk mencapai prestasi yang tertinggi.
3.       Sadarilah bahwa pengalaman mendahului penamaan
Proses belajar paling baik terjadi ketika pembelajar telah mengalami informasi sebelum mereka memperoleh nama untuk hal-hal yang mereka pelajari. Pengalaman menciptakan ikatan emosional dan peluang untuk penamaan. Pengalaman juga menciptakan pertanyaan mental, seperti: Apa?, Mengapa?, Bagaimana?. Jelasnya, pengalaman membangun keingintahuan siswa, menciptakan petanyaan dalam benak mereka, membuat mereka penasaran. Jadi, sebelum menyajikan materi pelajaran, guru perlu terlebih dahulu memberi kesempatan kepada siswa untuk mengalami atau mempraktikkan sendiri.
4.       Akui Setiap Usaha yang dilakukan dalam pembelajaran
Pembelajaran atau belajar mengandung resiko. Belajar berarti melangkah keluar dari kenyamanan. Ketika siswa telah mengambil langkah ini, mereka patut diberi pengakuan atas kecakapan dan kepercayaan diri mereka. Prinsip Akui Setiap Usaha mengandung konsekuensi bahwa dalam pembelajaran, guru harus mengakui setiap usaha siswa, baik usaha yang sudah tepat atau yang belum. Perlu dipahami bahwa dalam pembelajaran Quantum tidak dikenal istilah “gagal”. Yang ada hanyalah hasil dan umpan balik. Setiap hasil adalah prestasi, dan masing-masing akan menjadi umpan balik demi pencapaian hasil yang tepat sebagaimana dimaksudkan.
5.       Jika Layak Dipelajari, Maka Layak Pula Dirayakan.
Perayaan merupakan sarapan bagi pelajar juara. Perayaan memberikan umpan balik mengenai kemajuan dan meningkatkan emosi positif dengan belajar. Mengadakan perayaan bagi siswa akan mendorong mereka memperkuat rasa tanggung jawab dan mengawali proses belajar mereka sendiri. Siswa akan menanti kegiatan belajar, sehingga pendidikan mereka lebih dari sekadar mencapai nilai tertentu.
 Dalam proses pembelajaran, guru dan siswa perlu sering-sering merayakan kesuksesan belajar, dan menghubungkan belajar dengan perayaan. Bentuk perayaan, misalnya: tepuk tangan, tiga kali hore, jentikan jari, kejutan, dan lain-lain.[6]

D.    Langkah-langkah Penerapan Quantum Learning
    Langkah-langkah yang dapat diterapkan dalam pembelajaran melalui Quantum Learning dengan cara:
1.        Kekuatan AMBAK
    Dalam banyak situasi, menemukan AMBAK sama saja dengan menciptakan minat dalam apa yang sedang anda pelajari dengan menghubungkannya dengan dunia nyata.[7]      
    Dalam bahasa Quantum Learning, merumuskan tujuan disebut sebagai proses mencari AMBAK. AMBAK adalah akronim dari “Apa Manfaatnya BAgiKu?”
A : Apa yang dipelajari
Guru hanya menetapkan apa saja yang akan dipelajari, anak didiklah yang menetukan tema sesuai minat masing-masing. Sebagai contoh pada pelajaran menggambar, guru hanya menentukan pelajaran menggambar dan para anak didiklah yang menentukan tema gambar yang akan di buatnya.
M : Manfaat
Guru memberikan penjelasan tentang apa manfaat yang diperoleh dari setiap pelajaran.
BAK : BAgiKu
Bagiku artinya metode yang terkait dengan penjelasan guru kepada siswa tentang apa manfaat yang diperoleh siswa di masa yang akan datang setelah mempelajari bahan yang akan di ajarkan guru.
    Metode AMBAK adalah cara mengawali kegiatan pembelajaran dengan terlebih dahulu memberikan penjelasan tentang apa yang akan dipelajari dan memberikan pemahaman dan penyadaran kepada siswa tentang manfaat besar yang akan didapat siswa.
    Menurut Quantum Learning, AMBAK yang sangat jelas dan spesifik akan dapat memotivasi seseorang untuk melakukan suatu kegiatan secara hebat dan belajar bagaimana membuat diri anda termotivasi untuk mencapai tujuan anda. AMBAK yang akan mengetahui langkah-langkah untuk menumbuhkan minat dalam segala sesuatu. Dengan AMBAK akan meningkatkan kualitas hidup. AMBAK yang dapat memotivasi diri dapat dilakukan lewat kegiatan bertanya. Dengan AMBAK juga akan mendorong pengajar mengaitkan materi pelajaran yang diajarkan dengan keseharian anak didik.
     Oleh sebab itu, AMBAK sangat dibutuhkan dalam setiap pembelajaran. Karena tanpa informasi yang didapatkan dalam proses belajar mengajar akan terbuang sia-sia. Dan dengan menciptakan AMBAK pada diri masing-masing diharapkan dapat meningkatkan rasa ingin tahu seseorang untuk mempelajari suatu bidang dan menambah keinginan untuk mempelajari bidang lainnya.[8]
2.        Memupuk sikap juara
    Memupuk sikap juara perlu dilakukan untuk lebih memacu dalam belajar siswa, seorang guru hendaknya jangan segan-segan untuk memberikan pujian atau hadiah pada siswa yang telah berhasil dalam belajarnya, tetapi jangan pula mencemooh siswa yang belum mampu menguasai materi. Dengan memupuk sikap juara ini siswa akan merasa lebih dihargai.
3.        Penggunaan tempat yang nyaman dan menyenangkan untuk belajar
Dalam pembelajaran diperlukan penataan lingkungan yang dapat membuat siswa merasa aman dan nyaman, dengan perasaan aman dan nyaman ini akan menumbuhlkan konsentrasi belajar siswa yang baik. Dengan penataan lingkungan belajar yang tepat juga dapat mencegah kebosanan dalam diri siswa. Jadi Sebelum suatu pelajaran dimulai, ubahlah ruang kelas menjadi suatu tempat di mana siswa akan merasa nyaman, terdorong, dan mendapat dukungan.
4.        Bebaskan gaya belajar
    Dalam quantum learning guru hendaknya memberikan kebebasan dalam belajar pada siswanya dan janganlah terpaku pada satu gaya belajar saja.
    Gaya belajar adalah kunci untuk mengembangkan kinerja dalam pekerjaan, disekolah, dan dalam situasi-situasi antar pribadi. Dengan memahami gaya belajar dapat memudahkan siswa dalam menyerap dan mengolah informasi.
     Gaya belajar dapat juga dimaknai sebagai kebiasaan yang diperlihatkan oleh individu dalam memproses informasi dan pengetahuan serta mempelajari suatu keterampilan.
      Ketahuilah gaya belajar diri sendiri. Akrab dengan gaya belajar sendiri akan membantu untuk mempermudah dan mempercepat pembelajaran. Dan juga, dapat mempermudah mengetahui cara belajar orang lain. Gaya belajar dapat juga diklasifikasikan ke dalam kecenderungan dan kecepatan yang dimiliki oleh seseorang dalam memproses jenis informasi. Klasifikasi gaya belajar individu yang didasarkan pada kemampuan dalam memahami jenis informasi tertentu yaitu gaya belajar: (1) visual, (2) auditorial, (3) kinestik.[9]
Berikut ini macam-macam gaya belajar siswa:
1)          Visual
Gaya belajar visual (visual learners) menitikberatkan pada ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham Gaya belajar seperti ini mengandalkan penglihatan atau melihat dulu buktinya untuk kemudian bisa mempercayainya.
2)          Auditory
Gaya belajar Auditori (Auditory Learners) mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan mengingatnya. Karakteristik model belajar seperti ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuan.
3)          Kinestetik
Gaya belajar Kinestetik (Kinesthetic Learners) mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya.[10]
5.        Membiasakan untuk mencatat
     Belajar akan benar-benar dipahami sebagai aktivitas kreasi ketika siswa tidak hanya bisa menerima, melainkan bisa mengungkapkan kembali apa yang didapatkan menggunakan bahasa hidup dengan cara dan ungkapan sesuai gaya belajar siswa itu sendiri. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memberikan simbol-simbol atau gambar yang mudah dimengerti oleh siswa itu sendiri, simbol-simbol tersebut dapat berupa tulisan.
    Mencatat yang efektif adalah salah satu kemampuan terpenting yang pernah dipelajari. Alasan pertama untuk mencatat adalah bahwa mencatat meningkatkan daya ingat, membantu mengingat apa yang tersimpan dalam memori kita.[11]
6.        Membiasakan membaca
     Bagi banyak orang membaca adalah suatu tugas yang berat. Tapi hakikatnya membaca bukan tugas yang berat harus disingkirkan sejauh mungkin, tetapi sebagai keterampilan yang dapat dinikmati dan memuaskan. Banyak manfaat dari membaca yaitu dapat mengembangkan kecepatan membaca, akan menambah perbendaharaan kata, pemahaman, menambah wawasan dan daya ingat akan bertambah. Seorang guru hendaknya membiasakan siswa untuk membaca, baik buku pelajaran maupun buku-buku yang lain.[12]
7.        Jadikan yang lebih kreatif
     Menurut Conny Semiawan kreativitas adalah suatu kemampuan untuk membentuk gagasan baru dan penerapan dalam pemecahan masalah. Sedangkan Muhammad Amin menyatakan bahwa kreativitas diartikan sebagai pola berpikir atau ide yang timbul secara spontan dan imajinatif.
     Siswa yang kreatif adalah siswa yang ingin tahu, suka mencoba dan senang bermain. Dengan adanya sikap kreatif yang baik siswa akan mampu menghasilkan ide-ide yang segar dalam belajarnya.[13]

E.     Kelebihan dan kekurangan Quantum Learning
1.      Kelebihan Quantum Learning
a.       Pembelajaran Quantum menekankan perkembangan akademis dan keterampilan.
Dari sebuah pengalaman yang diselenggarakan oleh Learning Forum di Supercamp yang mempraktekkan pembelajaran Quantum ternyata murid-muridnya mendapat nilai yang lebih baik, lebih banyak berpartisipasi dan merasa lebih bangga pada diri mereka sendiri. Dalam pendekatan pembelajaran kuantum, pendidik mampu menyatu dan membaur pada dunia peserta didik sehingga pendidik bisa lebih memahami peserta didik dan ini menjadi modal utama yang luar biasa untuk mewujudkan metode yang lebih efektif yaitu metode belajar-mengajar yang lebih menyenangkan.
b.      Model pembelajarannyapun lebih santai dan menyenangkan karena ketika belajar sambil diiringi musik.
Hal ini untuk mendukung proses belajar karena musik akan bisa meningkatkan kinerja otak sehingga diasumsikan bahwa belajar dengan diiringi musik akan mewujudkan suasana yang lebih menenangkan dan materi yang disampaikan lebih mudah diterima.
c.        Penyajian materi pelajarannya yang secara alami.
Merupakan proses belajar yang paling baik yaitu terjadi ketika siswa telah mengalami informasi sebelum mereka memperoleh nama untuk apa yang mereka pelajari sehingga siswa berada pada zona nyaman untuk kemudian sedikit demi sedikit keluar dari zona nyaman untuk melakukan penjelajahan yang sesungguhnya yaitu kegiatan belajar itu sendiri.Pada pembelajaran Quantum, objek yang menjadi tujuan utama adalah siswa. Maka dari itu guru mengupayakan berbagai interaksi dan menyingkirkan hambatan belajar dengan cara yang tepat agar siswa dapat belajar secara mudah dan alami. Semua itu adalah bertujuan untuk melejitkan prestasi siswa.
d.      Quantum learning sebagai salah satu metode belajar dapat memadukan antara berbagai sugesti positif dan interaksinya dengan lingkungan.
Maksudnya, yang dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar seseorang. Lingkungan belajar yang menyenangkan dapat menimbulkan motivasi pada diri seseorang sehingga secara langsung dapat mempengaruhi proses belajar metode Quantum Learning dengan teknik peta pikiran (mind mapping) memiliki manfaat yang sangat baik untuk meningkatkan potensi akademis (prestasi belajar) maupun potensi kreatif yang terdapat dalam diri siswa.
2.      Kekurangan Quantum Learning
a.       Memerlukan dan menuntut keahlian dan keterampilan guru lebih khusus.
b.      Memerlukan proses perancangan dan persiapan pembelajaran yang cukup matang dan terencana dengan cara yang lebih baik.
c.       Adanya keterbatasan sumber belajar, alat belajar, dan menuntut situasi dan kondisi serta waktu yang lebih banyak.[14]

F.     Implementasi pembelajaran kuantum
Implementasi pembelajaran kuantum dalam materi IPS Kelas 4
SK      : 1.Memahami sejarah, kenampakan alam, dan keragaman suku bangsa di lingkungan Kabupaten Pati dan Propinsi Jawa Tengah.
KD     : 1.3 Menunjukkan jenis persebaran sumber daya alam serta manfaatnya untuk kegiatan ekonomi dilingkungan setempat
Langkah-Langkah pembelajaran yang dilakukan sebagai wujud implementasi quantum learning.
Quanteum Learning
Realitas (implementasi)
AMBAK (apa manfaat bagiku)
                     
Yaitu dengan cara memberi motivasi belajar sebelum pembelajaran dimulai. Siswa diajak untuk menghayati dan merenungkan manfaat dan kegunaan belajar dari pelajaran yang sudah dipelajari maupun yang akan dipelajarinya.
Penataan lingkungan belajar
Yaitu dengan cara memutar musik latar saat pembelajaran berlangsung guna memberikan rasa santai siswa ketika mengikuti pelajaran. Musik yang digunakan adalah jenis musik klasik yaitu musik dari Mozart. Memasang gambar-gambar sesuai dengan materi yang akan dipelajari. Membersihkan dan merapihkan tempat belajar yaitu ruang kelas
Bebaskan gaya belajar
Yang dimaksud membebaskan gaya belajar disini yaitu pembelajaran yang disajikan guru tidak hanya terpaku pada satu gaya belajar tetapi menggunakan beberapa gaya belajar disesuaikan dengan tingkat modalitas siswa yaitu modalitas visual, auditorial, dan kinestetik (VAK). Dalam penelitian ini modalits gaya belajar yang dilaksanakan hanya modalitas VA ( Visual dan Auditorial) yang dituangkan dalam suatu media pembelajaran interaktif
Membiasakan membaca
Tahap ini dapat dilakukan di kelas maupun di rumah, namun kali ini  tahap ini hanya dilaksanakan dalam pemberian tugas rumah untuk membaca dan mempelajari materi yang akan dipelajari selanjutnya
Melatih kekuatan memori
melatih kekuatan memori ini dilaksanakan secara sepintas yaitu dengan mengerjakan soal-soal dari media pembelajaran yang dilaksanakan secara serempak oleh siswa tanpa melihat buku.
Membiasakan mencatat
Yaitu dengan cara menyuruh siswa agar membuat ringkasan materi yaitu dengan membuat catatan Tulis Susun (TS). Pemilihan jenis catatan TS ini karena disesuaikan dengan keadaan siswa agar siswa tidak terpaku pada membuat catatan ketika guru menyampaikan materi. Jadi pemilihan
jenis catatan TS ini agar terkesan tidak mewajibkan mencatat sehingga siswa hanya mencatat yang menurutnya penting.
Jadikan siswa lebih kreatif
Tahapan ini tidak dilaksanakan karena menyesuaikan dengan waktu dan materi pelajaran dalam penelitian ini yang kurana mendukung dalam menumbuhkan kekreatifan siswa
Memupuk sikap juara
Yaitu dengan cara memberikan penghargaan baik berupa tepuk tangan atau pujian maupun berupa hadiah kepada siswa yang mampu menjawab pertanyaan dari guru dan siswa yang memperoleh nilai tertinggi dalam mengerjakan soal latihan yang terdapat dalam media pembelajaran.

IV.   ANALISIS
Pada hakekatnya, mengajar itu adalah suatu proses dimana pengajar dan murid menciptakan lingkungan yang baik, agar terjadi kegiatan belajar yang berguna,. Untuk mengatasi problematika dalam pelaksanaan pembelajaran, tentu diperlukan model-model mengajar. Model mengajar adalah suatu deskripsi dari lingkungan belajar yang menggambarkan perencanaan kurikulum, kursus-kursus, desain unit-unit pelajaran dan pembelajaran, perlengkapan belajar, pelajaran, bulu-buku kerja.
Ada banyak model pembelajaran yang dapat memudahkan guru melaksanakan tugas utama sebagai agen pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang terkenal adalah model pembelajaran kuantum.
Pembelajaran kuantum sebagai salah satu model, strategi, dan pendekatan pembelajaran khususnya menyangkut keterampilan guru dalam merancang, mengembangkan, dan mengelola sistem pembelajaran sehingga guru mampu menciptakan suasana pembelajaran yang efektif, menggairahkan, dan memiliki keterampilan hidup.
Berdasarkan paparan di atas dapat diketahui bahwa pembelajaran kuantum merupakan sebuah metodologi pembelajaran yang umum yang dapat diterapkan baik di dalam lingkungan bisnis, lingkungan rumah, lingkungan perusahanan, maupun di dalam lingkungan sekolah (pengajaran). Khusus penerapannya di lingkungan kelas menuntut perubahan pola berpikir para pelaksana pengajaran, budaya pengajaran dan pendidikan, dan struktur organisasi sekolah dan struktur pembelajaran. Jika perubahan-perubahan tersebut dapat dilakukan niscaya pembelajaran kuantum dapat dilaksanakan dengan hasil yang optimal.
Secara sederhana, pembelajaran kuantum dapat diartikan sebagai pembelajaran yang mengkonsentrasikan berbagai interaksi menjadi cahaya yang melejitkan prestasi siswa, dengan menyingkirkan hambatan belajar melalui penggunaan cara dan alat yang tepat, sehingga siswa dapat belajar secara mudah dan alami.
Quantum Learning merupakan strategi belajar yang bisa digunakan oleh siapa saja selain sisiwa dan guru karena memberikan gambaran untuk mendalami apa saja dengan cara mantap dan berkesan. Caranya, seorang pembelajar harus mengetahui terlebih dahulu gaya belajar, gaya berpikir, dan situasi dirinya. Dengan begitu, pembelajar akan dengan cepat mendalami sesuatu. Banyak orang yang telah merasakan hasilnya setelah mengkaji sesuatu dengan cara Quantum Learning. Segalanya dapat dengan mudah, cepat, dan mantap dikaji dan didalami dengan suasana yang menyenangkan.

V.      KESIMPULAN
Quantum learning adalah seperangkat metode belajar terbukti efektif di sekolah dan bisnis bekerja untuk semua tipe orang dan segala usia.
Quantum learning mengerahkan segenap usaha untuk menemukan cara belajar paling efektif dan cepat. Dengan quantum learning kita belajar cara belajar. Kita mendapatkan cara membaca cepat, menghafal cepat dan menjadi kreatif sesuai dengan gaya kita masing-masing. Tujuan quantum learning: tumbuhnya emosi positif, kekuatan otak, keberhasilan. Adapun manfaat Quantum Learning: menciptakan sikap positif, adanya motivasi, keterampilan belajar, kepercayaan diri, Sukses.
Dalam pembelajaran Quantum menggunakan prinsip-prinsip yang terdiri dari lima macam, yaitu: (1) Segalanya Berbicara, (2) Segalanya Bertujuan, (3) Pengalaman Sebelum Pemberian Nama, (4) Akui Setiap Usaha, dan (5) Jika Layak Dipelajari, Maka Layak Pula Dirayakan. Adapun Langkah-langkah yang dapat diterapkan dalam pembelajaran melalui Quantum Learning dengan cara:
1.      Kekuatan AMBAK
2.      Memupuk sikap juara
3.      Penggunaan tempat yang nyaman dan menyenangkan untuk belajar
4.      Bebaskan gaya belajar
5.      Membiasakan untuk mencatat
6.      Membiasakan membaca
7.      Jadikan yang lebih kreatif

VI.   PENUTUP
Demikian makalah yang dapat saya sajikan. saya menyadari masih banyak kekurangan dalam makalah  ini. oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan. Semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua.










DAFTAR PUSTAKA

A. Pribadi, Benny, Model Assure untuk mendesain Pembelajaran Sukses, Jakarta: Dian Rakyat, 2011
B. SuryoSubroto, Proses Belajar Mengajar di Sekolah, Jakarta: Rineka Cipta, 2009
Buzan, Tony, Mind Map: Untuk Meningkatkan Kreativitas, 2004 (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)
DePorter, Bobbi dan Mike Hernacki, 2007. Quantum Learning. Bandung: Kaifa Mizan Pustaka.
Hosnan, Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran abad 21, Bogor: Ghalia Indonesia, 2014, hlm. 359.
Komsiyah, Indah, Belajar dan Pembelajaran, Yogyakarta: TERAS, 2012, hlm. 4
Nggermanto. 2003. Quantum Quotient : Kecerdasan Quantum, Bandung : Nuansa





[1] Indah Komsiyah, Belajar dan Pembelajaran, Yogyakarta: TERAS, 2012, hlm. 4
[2] Nggermanto, Quantum Quotient : Kecerdasan Quantum, (Bandung : Nuansa, 2003), Hlm.23
[3] Bobbi DePorter dan Mike Hernacki, Quantum Learning, Bandung: Kaifa Mizan Pustaka, 2007, hlm.14-15.
[4] Benny, A. Pribadi, Model Assure untuk mendesain Pembelajaran Sukses, Jakarta: Dian Rakyat, 2011, Hlm. 20
[5] Bobbi DePorter dan Mike Hernacki, Quantum Learning, Bandung: Kaifa Mizan Pustaka, 2007,
[6] Hosnan, Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran abad 21, Bogor: Ghalia Indonesia, 2014, hlm. 359.
[7] Bobbi DePorter dan Mike Hernacki, Quantum Learning, Bandung: Kaifa Mizan Pustaka, 2007, Hlm. 48
[8] Bobbi DePorter dan Mike Hernacki, Quantum Learning, Bandung: Kaifa Mizan Pustaka, 2007, hlm. 45-46
[9] Benny, A. Pribadi, Model Assure untuk mendesain Pembelajaran Sukses, Jakarta: Dian Rakyat, 2011, hlm. 45-47
[10]Bobbi DePorter dan Mike Hernacki, Quantum Learning, Bandung: Kaifa Mizan Pustaka, 2007, hlm. 117-120
[11] Bobbi DePorter dan Mike Hernacki, Quantum Learning,.... hlm. 146
[12] Bobbi DePorter dan Mike Hernacki, Quantum Learning,.... Hlm. 246
[13] B. SuryoSubroto, Proses Belajar Mengajar di Sekolah, Jakarta: Rineka Cipta, 2009, Hlm.220
[14] Tony Buzan, Mind Map: Untuk Meningkatkan Kreativitas, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2004), hlm.35-37

Tidak ada komentar:

Posting Komentar